Dalam pelukan beribu mimpi yang belum usai
Denting jam meniti pagi dalam rengkuhan dingin yang begitu sunyi
Mentari pun tak menampakkan diri
Dalam kilauan cahaya suci menghiasi bumi
Dalam tengah tidur semesta
Menyeruak jerit histeria
Di iringi lagu suci illahi robbi
Mengoyak sepi dalam gulungan gemuruh suara tangis pilu
Hari itu mentari yang indah tersabut derai air mata..
Bumi yang perkasa pun tak kuasa menahan derasnya air bah..
Terdiam tanpa sanggup berkata
Dan..
Menangis tanpa ada air mata
Meski beribu raga tak bernyawa
Beku dalam pangkuanya
Enta salah siapa?
Tiada yang bisa berkata
Yang ada hanya linangan air mata
Dalam lautan duka
Meski beribu tanya menghujam dada
Mereka tak pernah sanggup bicara
Yang ada sebait doa
Tuk hidup yang lebih bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar